IBX5828C990AE55E 5 Kalimat Populer Terpidana Hukuman Mati Sebelum Dieksekusi - Yoechua Blog
  • About Us
  • Advertise
  • Career
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Yosua Jimmy Agustio - Rabu, 11 Maret 2015
    Advertisement

    Yoechua Blog - Hukuman mati adalah hukuman terakhir yang ada di Indonesia untuk tingkat kriminilitas yang tinggi. Walaupun hukuman mati masih menjadi perdebatan hingga saat ini dan penuh kontroversi, namun tetap saja hukuman mati harus di laksanakan untuk menunjukan bahwa apa yang telah menjadi kejahatan yang buruk harus medapatkan hukuman yang setimpal.

    Biasanya, bagi para terpidana mati sering mendapatkan permintaan terakhir sebelum ia di eksekusi dan permintaan tersebut harus di lakukan untuk menghormati hak asasi yang mereka miliki. Biasanya bertemu keluarga adalah salah satu permintaan yang paling sering di minta. Tapi tahukah anda, bahwa sebelum di eksekusi ada 5 orang terpidana mati mengucapkan kalimat terakhir yang paling populer di dunia yang akan membuat anda bergidik yang sangat jarang di lakukan kebanyakan terpindana mati.



    Berikut adalah 5 kalimat populer terpidana mati sebelum di eksekusi yang membuat merinding untuk di dengar paling populer:

    #1. Clarence Lackey " Aku Mencintaimu, Ibu "
    Clarence Lackey merupakan seorang terpidana hukuman mati untuk kasuk penculikan, pemerkosaan lalu pembunuhan yang ia lakukan dengan menggorok leher korban bernama Toni Diane Kumpf yang terjadi pada tahun 1977. Permintaan terakhir yang ia minta adalah dapat makan makanan enak seperti stik, es krim, kentang goreng dan juga meminta supaya 2 menteri hadir. Sebelum di eksekusi ia meninggalkan kenangan terakhir dengan kalimatnya yang mendunia yaitu " Aku Mencintaimu, Ibu ".

    #2." Tuhan, kasihanilah kami "
    Seorang anak yang berasal dari Inggris di seorang terpidana mati di hukum gantung kerena telah membunuh anak-anak juga yang berumur 13 tahun pada tahun 1831. Ia merupakan terpidana mati termuda sepanjang sejarah eksekusi mati di penjara Maidstone. Ia pun mendapatkan kesempatan menggungkapkan kalimat terakhir sebelum di eksekusi, dan kalimatnya membuat bergidik orang-orang yang mendengarkan pidatonya. Ia berkata " Tuhan, kasihanilah kami, dan semua orang sebelum saya, semoga dapat megambil peringatan dari saya "

    #3 Zeitvogel " Jaga Iman dan Teruskan"
    Zeitvogel adalah terpidana hukuman mati setelah kasus yang menimpanya yaitu melakukan pembunuhan terhadap narapidana ketika ia sedang menjalani hukuman dari kasus yang seblumnya ia pernah lakukan di sebuah penjara di Missori. Ia mengakui bahwa ia melakukan pembunuhan tersebut karena ia mengharapkan mendapatkan huuman mati dan benar adanya dengan adanya kasus itu ia mendapatkan hukuman mati. Ia di eksekusi mati dengan cara suntik mati yang terjadi tepat pada tanggal 11 desember 1996. Pesan terakhir yang ia ucapkan mungkin dapat menjadi dorongan untuk menjaga kehidupan kita dari tindak kriminalitas, ia mengatakan " Jaga Iman dan teruskan ".

    #4 Mario Benjamin " Semoga Tuhan Memaafkan Kalian "
    Mario Benjamin Murphy seorang terpidana mati atas kasus pembunuhan terhadap James Radcliff yang mendapatkan perintah angsung dari istri dan pacar James. Dalam aksi pembunuhan tersebut ada setidaknya 6 orang yang terlibat, tapi di antara semuanya hanya Benjamin yang mendapatkan hukuman mati. Kata terakhirnya adalah " Hari ini merupakan hari yang baik untuk mati, aku telah memaafkan kalian dan semoga Tuhan juga demikian".

    #5. Mary Blandy " Jangan Gantung Saya terlalu Tinggi"
    Mary Blandy merupakan terpidana mati atas kasus pembunuhan terhdap ayahnya sendiri dengan meracuninya dengan cairan arsenik. Ia pun mendapatkan hukuman mati, dan sebelum di eksekusi ia mengatakan " Demi, kesopanan, tolong jangan gantung saya terlalu tinggi.

    Itulah 5 kalimat populer terpidana mati sebelum di eksekusi, Semoga saja pesan terakhi yang mereka ucapkan dapat di dengar oleh orang-orang yang di tuju untuk mendengarkan kalimat itu.

    Advertisement

    Bagikan Ya !!!

    Sebelumnya
    Posting Lama
    Selanjutnya
    Posting Lebih Baru
    Komentar (0)
    Komentar

    Tidak ada komentar:

    Jangan Lewatkan