IBX5828C990AE55E 3 Wanita Terkenal Ini Meninggal Karena Ingin Cantik - Yoechua Blog
  • About Us
  • Advertise
  • Career
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Luluk Emje - Senin, 15 Februari 2016
    Advertisement

    Yoechua Blog - Kecantikan bagi semua wanita adalah sesuatu yang patut diperjuangkan dengan cara apapun. Namun kecantikan itu sejatinya tidak hanya memiliki paras cantik, tubuh langsing, dan rambut indah, tetapi kecantikan hati-lah yang seharusnya lebih kita tingkatkan.

    Namun tak bisa dipungkiri beragam cara dilakukan seorang wanita agak dapat tampil cantik dan sempurna menurutnya. Apalagi jika ia seorang yang terkenal, maka patut untuk selalu menjaga kecantikannya itu. Tetapi ternyata tak semua prosedur kecantikan itu aman, nyatanya korban ingin cantik ini meregang nyawa karena usahanya itu.

    1. Maria Gunning, Countess of Coventry

    Maria Gunning adalah salah seorang bangsawan Inggris yakni istri dari Earl of Coventry yang dikenal paling cantik di Inggris pada abad 18 yang meninggal akibat menjadi budak kecantikan. Maria Gunning didiagnosis meninggal karena keracunan parah akibat pemakaian make up berbahan timbal yang selalu digunakannya seumur hidupnya. Maria Gunning selalu menggunakan bedak yang mengandung senyawa timbal, hidroksida dan karbonat untuk memutihkan kulit wajahnya. Selain itu untuk menjadikan bibirnya berwarna merah ia menggunakan perona bibir berbahan merkuri.

    Maria Gunning ini sangat tersohor di kalangan bangsawan karena kecantikan parasnya, namun perlahan bahan-bahan make up nya malah membuatnya meregang nyawa di usia muda, yaitu 27 tahun di tahun1760. Make up Maria Gunning yang berbahan kimia berbahaya itu meresap ke pori-pori kulitnya dan membunuhnya secara perlahan tapi pasti.

    2. Diane de Poitiers, Selir Raja Henry II Perancis

    Diane de Poitiers ini adalah selir kesayangan Raja Henry II penguasa Perancis pada masa itu. Saat Diane meninggal, banyak spekulasi yang beredar  di masyarakat Perancis kala itu. Ada yang menyebut rumor percobaan pembunuhan hingga diracuni seseorang, namun seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Ilmuan dan Arkeolog Perancis mencoba mencari kebenaran penyebab kematian Diane de Poitiers tersebut. Untuk kebutuhan penelitian, Ilmuan dan Arkeolog tersebut menggali makam Diane dan melakukan tes forensik lalu mengujinya di laboratorium.

    Hasil penelitian itu didapati bahwa penyebab kematian sebenarnya Diane adalah kandungan serat emas yang sangat tinggi yang terdapat di seluruh tubuh dan bagian rambut mendiang Diane. Kandunang emas yang tinggi itu mengendap di dalam tubuh dan meracuni serta merusak seluruh organ-organ syarafnya. Hasil penelitian ini tidak terbantahkan sebab didukung data dan dokumentasi kebudayaan Kerajaan Perancis.

    Berdasarkan dokumentasi kebudayaan Kerajaan Perancis tersebut disebutkan bahwa dahulu para wanita Perancis memang gemar mengkonsumsi serat emas, yang dipercaya dapat membuat tubuh mereka cantik dan selalu awet muda. Tak hanya untuk kecantikan saj, bahkan kala itu emas juga digunakan tabib untuk menyembuhkan berbagai kandungan kesehatan. Memang hal ini cukup aneh dan tak masuk akal untuk dilakukan apalagi di zaman canggih seperti sekarang.

    Mungkin perawatan dengan emas saat ini pun sedang marak, namun penggunaan serat emas hanya sebagai masker yang diaplikasikan dari luar tubuh bukan dikonsumsi. Serat emas yang dijadikan masker wajah maupun tubuh memang dapat meresap ke pori-pori sehingga membuat seorang wanita menjadi lebih cantik, namun mengkonsumsi serat emas pastilah akan menyebabkan kerusakan organ karena emas termasuk logam berat yang tak mungkin dicerna tubuh dan sungguh berbahaya. 

    3. Miss Duran, Ekuador 

    Wanita cantik ini mewakili wanita cantik lain di negaranya, yang tidak hanya berparas cantik dan rupawan tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama. Namun sayangnya ia malah menjadi korban terapi kecantikan yaitu operasi sedot lemak. Miss Duran yang bernama Catherine Cando yang memenangkan kontes kecantikan Queen of Duran ini meninggal setelah menjalani operasi sedot lemak atau liposuction sebagai salah satu hadiah kemenangannya. Selain mendapat hadiah operasi gratis itu, Catherine juga mendapatkan mobil baru dan smartphone canggih.

    Ratu Kecantikan Duran yang saat itu berusia 19 tahun sebenarnya menyatakan penolakannya menjalani program sedot lemak untuk melangsingkan tubuhnya, sebab menurutnya melakukan olahraga lebih menyehatkan daripada menggunakan produk obat pelangsing dan operasi.

    Namun entah bagaimana akhirnya ia pun tergiur dengan tawaran operasi sedot lemak gratis itu hingga Catherine menjalani prosedur operasi sedot lemak yang berujung kematian. Seusai menjalani operasi tersebut Catherine mengalami shocked hipovolemik yaitu kondisi kehilangan banyak darah sehingga jantung tidak mampu memompa supply darah ke seluruh tubuh. Akibanya terjadi pembengkakan otak dan terdapat banyak cairan yang bergenangan di otaknya. Dokter yang mengoperasi Cathrine pun ditangkap karena tindakan malapraktiknya tersebut menghilangkan nyawa sang ratu kecantikan Duran, Ekuador.
    (yoechua.com)

    Advertisement

    Bagikan Ya !!!

    Sebelumnya
    Posting Lama
    Selanjutnya
    Posting Lebih Baru
    Komentar (0)
    Komentar

    Tidak ada komentar:

    Jangan Lewatkan