IBX5828C990AE55E Mengerikan, Inilah Perkampungan Di Atas Batu Bara Membara - Yoechua Blog
  • About Us
  • Advertise
  • Career
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Yosua Jimmy Agustio - Minggu, 03 April 2016
    Advertisement

    Yoechua Blog - Pernahkah kalian membayangkan hidup di daerah dengan tingkat panas yang melebihi batas? Jika melihat musim panas yang terjadi di Indonesia tentu saja tidak ada apa-apanya dengan salah satu perkampungan di India karena selain melawan panas matahari mereka yang hidup di perkampungan tersebut harus melawan panasnya batur bara, mengapa demikian?

    Seperti dilansir cnbc.com, Perkampungan ini bernama Jharia dimana letak perkampungannya tepat berada di dalam salah satu cadangan batu bara yang ada di India. Di India 70% pasokan listrik menggunakan tenaga batu bara, namun 90 ribu orang yang tinggal di sekitar Jharia, hal itu sama sekali tidak ada manfaatnya . Bagaimana tidak, kebakaran batu bara seakan-akan mengamuk di permukaan tanah dan juga gas beracun bak termuntah di celah dalam dan sekitaran rumah mereka.

    Aktivitas tambang yang terus-menerus terjadi di perkampungan itu serta api yang berada di bawah tanah yang telah terbakar hampir 100 tahun telah terkontaminasi oleh segala seuatu termauks udara, tanah maupun air. Karbon monoksida, sulfur dioksida dan hidrakarbon yang terpancarkan karena pembakaran batu bara tersebut menyebabkan berbagai penyakit seperti stroke serta penyakit paru-paru kronis.

    Mengerikan bukan, hampir semua orang yang tinggal di Jharia mengalami sakit, kalaupun tidak mengalami sakit kadang mereka harus menerima kenyatan tanah runtuh, merobohkan setiap puing-puing bangunan serta mengubur orang-orang yang tinggal di perkampungan ini.



    DI Jharai, banyak aktivitas tambang yang dilakukan secara ilegal untuk di tambang terbuka dimana lokasinya hanya berada di sebelah rumah, jalur kereta api, jalanan dan bahkan di statiun itu sendiri. Semenjak pertambangan di nasionalisasikan pada tahun 1971, penduduk desa telah melakukan pekerjaan untuk menyambung hidup dengan mencuri batubara kemudian mereka menjualnya di pasar lokal.

    Kebakaran di Jharai ini untuk pertama kali terjadi pada tahun 1916 dan disebabkan lebih dari banyaknya titik mencapai 70 titik api di atas permukaan tanah telah di konsumsi kira-kira sebanyak 41 juta ton batu bara kokas yang ternyata memiliki nilai yang tidak tanggung-tanung yaitu miliaran dollar.

    Pada tahun 1996, pemerintah India melakukan sebuah program relokasi besar-besaran untuk memindahkan semua warga yang menduduki perkampungan Jharia dan area di sekitarnya ke daerah Belgharia, sebuah pemukiman baru sejauh 8 km dari Jharia namun di Belgaria tidak memiliki sekolah, tidak ada rumah sakit dan perawatan medis, tidak ada toko dan juga tidak ada pekerjaan untuk menyambung hidup. Maka Tidak heran, banyak yang kembali ke Jharia meskipun banyak asap, api dan juga polusi.
     (yoechua.com)

    Advertisement

    Bagikan Ya !!!

    Sebelumnya
    Posting Lama
    Selanjutnya
    Posting Lebih Baru
    Komentar (0)
    Komentar

    Tidak ada komentar:

    Jangan Lewatkan