IBX5828C990AE55E Ritual Ijambe Suku Dayak Maanyan Kalimantan Tengah - Yoechua Blog : Kebenaran Hanya Ada Satu
  • About Us
  • Advertise
  • Career
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Yosua Jimmy Agustio - Kamis, 21 November 2019
    Advertisement

    Yoechua Blog -  Ijambe merupakan ritual di anut oleh Suku Dayak Maanyan dan hanya di lakukan di Paju Epat kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.  Ijambe itu sediri merupakan suatu ritual kematian yang di anut oleh suku Dayak Maanyan yang beragama Hindu Kaharingan. 

    Ritual ini dilakukan sebagai penghormatan dan menghantarkan Roh-roh orang yang sudah lebih dhulu meninggal untuk naik ke alam surga. Ijambe itu sendiri mempunyai keunikan tersendiri dari pada ritual adat dayak maanyan yang lainnya karena ijambe akan melakukan Pembakaran Tulang belulang belulang/Rekremasi orang yang telah dahulu meninggal.

    Ritual Ijambe merupakan satu-satunya ritual Pembakaran tulang belulang mayat sepeti halnya ritual ngaben yangada di bali. Dalam ritual tersebut dibutuhkan waktu 9 hari utnuk orang yang sudah meninggal untuk naik ke surga. 

    Dalam ritual ijambe tulang-tulang orang yang suddah meninggal itu akan diposesi dengan metetakan tulang yang telah di angkat dari kururan/makam orang yang sudah meninggal itu kemudian tulang-tulangitu di bakar/ direkremasi, tempat di kabarnya tulang-tulang orang yang sudah meinggal itu di sebut dengan Papuyan. 

    Inilah yang menjadi daya takrik tersendiri di kalimantan ada ritual seperti ini yaitu rituali ijambe yang di laksanakan hanya di Paju epat saja. Stelah di lakukan rekremasi terhadap tulang belulang oang yang sudah meninggal terebut, kemudian abunya di masukan ke dalalm sebah tempat yang di sebut dengan tamak. 

    Ritual ini tidak selalu dilakukan setiap tahun atau ritual rutin, tapi jika ingin melkukan ritual Ijambe ini harus memenuhi persaratannya agar ritual Ijambe tersebut dapat terlaksanakan. Karena banyak persyaratan yang harus di penuhi dalam pelaksanaan ritual ijambe maka ritual ini sangat jarang untuk dilaksankan.  

    Dallam pelaksanaak ritual ijambe di kalimantan tengah, da beberapa tahapan dalam pelaksanaannya yaitu:
    1. Pada hari yang pertama di sebut dengan TARAWEN merupakan proses pembuatan peti  dan setelah petinya selesai baru dilakukan ibungkat atau sering disebut dengan peengangkatan mayat/jAsad orang yang sudah meninggal dari makam. Setelah dianggkat tulang tersebut akan dibersihkan dengan minyak tanah kemudian dikumpulkan kedalam rarung, setelah dimasukan kedalalam rarung atau peti makan tulang belulang tersebut akan diangkat menuju Balai tempat dikasanakan ritual ijambe
    2. Hari kedua disebut dengan ritual Niit Uwey atau dengan kata lain melaut rotan yang akakn di gunakan dalam sabung ayam 
    3. Hari ke 3 dilakukan ritual Naranjak atau seiring disebut dengan menyusun bambu sehingga membentuk Pramit/Tarajakan
    4. Hari yang ke empat dilakukan ritual muarare, yaitu proses menganyam bambu yang disematkan ditarajakan
    5. Hari kelima merupakan ritua Nahu, yaitu proses mengasapi kayu agar menjadi hitam sehingga diselipkan ditarajakan
    6. Hari keenam adalah Nyurat, yaitu proses pembuatan gambar atau lukisan untuk atap papuyan 
    7. HARI KETUJUH MERUPAKAN Ritual Nansaran, merupakan proses membuat teras atau lalaya (dalam Bahasa Dayak Manyan)  untuk papuyan
    8. Hari kedelapan merupakan merupan ritual Munu, yaitu Proses mmbunuh kerbau, dengan cara kerbau tersebut diikat, dan ditombak , ini merupakan bentuk pengorbanan. 
    9. Hari kesembilan merupaka ritual Mapui yaitu merupakan puncak dari cara ijambe yaitu dengan membakar tulang-tulang kemudian abunya dikumpulkan dan dimasukan keedalalm gong dan kemudian di taroh di depan abalai, kemudian dicuci dengan air kelapa baru di antar ke tamak. 
    Itulah proses dalam ritual ijambe yang ad di Paju epat, kalimantan Tengah.

     (yoechua.com)

    Advertisement

    Bagikan Ya !!!

    Sebelumnya
    Posting Lama
    Selanjutnya
    Paling Baru
    Komentar (0)
    Komentar

    Tidak ada komentar:

    Jangan Lewatkan